Sejarah: ( Menengok Sejarah) “PASANGGRAHAN GRIA WILIS”

Standar

WILIS*Pasanggrahan* Gria Wilis adalah sebuah Rumah yang ber-Gendre Kuno. Rumah Khas adat jawa Tengah ini sering disebut Rumah Jogglo. Letak Rumah kuno ini ada di Jl. Gunung Wilis No 36. Tempelan Kabupaten Blora. Rumah ini sangat luas sekali (kurang tau seberapa luasnya). Selain luas, rumah ini juga sangat unik. Pada setiap ditil rumah ini snagt kental sekali dengan Rumah Khas daerah jawa tengah. Bahkan mungkin di sepanjang jalan willis. Hanya rumah ini satu-satunya Rumah Jogglo yang masih berdiri.

Lalu apa yang menarik dari rumah ini???

Jelas, Rumah ini sangat menarik, rumWILIS - Copyah ini memiliki keunikan tersendiri. Hampir semuanya terbuat dari bahan karu jati tua yang sangat kokoh. Memiliki pilar-pilar utama yang sangat kokoh dari deret kayu utuh. Belum lagi atap penyangganya yang tak kalah kokoh juga. Memiliki halaman yang sangat lengkap. Belum lagi perabot yang di dalamnya sangat mendukung nuansa Jawa tengahnya. Rumah ini memiliki labirin-labirin yang berukir motif bunga-bunga khas Jawa Tengah.

Lalu apa yang berkesan dari Sejarah rumah tersebut???

Rumah ini sangat istimewa bukan karena Harga ataupun kualitas dari segi materinya. Tapi ada yang jauh berharga disana yang tak mungkin terbeli oleh siapapun. “Setiap tempat (  Rumah) tidak akan terkesan “Hidup” tanpa suasana dari penghuninya.

Rumah Wilis ini sangat Ideal untuk rumah seukurannya mengingat berapa WILIS - Copy1banyak penghuninya dulu. Dikisahkan, rumah ini dulu adalah rumah Teduh, yang didalamnya hidup sebuah keluarga yang telah berkembang menjadi kemuarga besar. Dengan seorang Ibu yang deng kelembutanya menyirami seluruh anak, cucu dan cicitnya dengan keteduhan. Dimana rumah ini tak pernah kehilangan keramaiannya, keceriaannya.

Gria Willis adalah sebuah tempat yang sangat berkesan, dimana sebuah keluarga berkumpul menjadi satu, yang semula hanya ada satu keluarga inti dengan 8 orang anaknya, yang kemudiah atas izinNYA berkembang menjadi 8 keluarga inti lagi menjadi bercucu dan bercicit. Di Rumagh ini lah semuanya pernah bersenda gurau, tertawa bersanma, menangis bersama, tidur bersama, makan bersama. Mendengarkan dongeng-dongeng cerita dari sang *“Eyang Uti”.*

Lalu apa yang terjadi???

Waktu, waktu tlah menuntut perubahan, seiring berjalanya waktu semuanya berubah. Dimana masa seorang anah waktunya untuk beranjak dari orang tuanya. Semuanya kini jauh dari Gria wilis. Sepeninggalan Eyang Uti, kini jarang sekali langkah-langkah kaki menginjak halamanya, apalagi menengok kedalam.

Bagaimana Gria Willis sekarang?

WILIS - Copy2Inilah gambaran Gria wilis setelah (hanya menjadi sejarah),

Inilah halaman luas Gria yang masih tetap luas namun serasa sempit saat rumput ilalang bisa leluasa tumbuh subur dengan lebatnya. Tak terusik hingga tinggi rumput mencapai 50cm. Bagaimana dengan Pilar-pilar kokohnya? Masih saja sebuah pilar kokoh, namun sekokoh apapun pilar-pilar itu tak ubahnya *kue semprong* yang sangat rapuh. Semua barang yang “kokoh” pastilah sudah tak tampak kokoh disana. Bahkan sebuah sandal jepit yang terbuat dari karet kualitas nomor satu sekalipun hancur hanya karena tertetes air dan beradu dengan sinar matahari tiap harinya.

Adakah kehidupan bahagia disana???

Iya,…..

Disana ada sebuah kehidupan tentram nan damai, dimana ular-ular hijau dengan tubuh subur hidup disana, kerajaan tikus, kalajengking, klabang, kaki seribu, semut-semut api, burung pipit, emprit dan burung liar yang dengan tenangnya merajut sarang-sarang untuk generasinya. Tak tega rasanya mengusik ketenangan herekaa. Jelas Gria wilis menjadi tempat paling berarti bagi mereka, kehidupan-kehidupan kecil disana. Mengingat berartinya sebuah “nyawa” bagi tiap-tiap yang bernyawa.

Lalu apa hikmahnya???

Masa lalu pastilah akan menjadi sejarah, yang harus dihormati masa selanjutnya. “Kita” akan menjadi sejarah yang kelak akan diceritakan, dikenalkan dan di ukir dalam benak “anak cucu kita”.

Sementara, Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menjunjung tinggi sejarahnya. Sejarah suatu bangsa berawal dari sejarah partikel kecil pembentuk jati diri yaitu Sejarah KELUARGA.

Tak bisa dipungkiri lagi, kini waktunya Gria Wilis menjadi sebuah sejarah. Yang tak harus terlupakan, tapi dipelihara keberadaannya, dihormati perintisnya dan diteladani kebaikannya.

Gria wilis tak ubahnya sebuah situs prasejarah layaknya Candi Prambanan dan  Candi Borobudur yang melegenda sekarang. Gria wilis akan jauh lebih terkenang bahkan hingga 100 tahun mendatang. Dan melegenda di hati generasinya. (drpl.doc)

NB:*

Pasanggrahan: Sebuah Rumah atau tempat dari sang Raja (Bhs.Jawa)

Kue Semprong: makanan khas kuno yang sejenis kue gapit (egg Roll) yang angat rapuh dan renyah.

Eyang Uti: sebutan untuk Nenek (bhs. Jawa).

Foto279

Jangan Lupa Tinggalkan Balasan Anda Ya...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s