Berfikir kritis : Mensiasati Infus Macet

Gambar
Berfikir kritis : Mensiasati Infus Macet

Wah… Saya Be-Te banget Lho kalau harus berurusan dengan infus macet. Kenapa sih Infus sering macet???? Terus apa yang harus saya lakukan????
Nah, kira-kira seperti itulah momok pertanyaan yang ada pada pikiran saya. Apakah anda pernah berpikiran seperti itu pula???

Sekedar tukar pikiran saja ya, soalnya saya sadar ini bukan sebuah penelitian namun lebih pada pengalaman di lapangan. Saya sadar betul tak selamanya apa yang saya dapatkan di lapangan setelah lulus kuliah itu ada dalam sebuah teori di perkuliahan. Ada pengalaman-pengalaman yang pastinya kita tidak pernah menemukannya di satat kita masih belajar.
Sederhana saja, Apa kita pernah ada materi bagaimana cara mengatasi infus macet????berapa SKS kah untuk itu???(tak ada jawaban bukan). Padahal masalah itu yang sering kita hadapi dilapangan. Berbagai keluhan beragam tentang infus macet. Mungkin kita akan mendapatkan jawabanya setelah kita inisiatif menanyakan itu pada Dosen kita, He………


Ngerummm yuk,…
Ini pengalaman saya tentang seluk beluk infus macet yang saya peroleh dari rekan kerja saya baik yang senior, teman sebaya dan adik-adik junior saya (eits….. jangan salah ya, kita tidak boleh menyepelekan seseorang, tak menutup kemungkinan yang junior punya pengalaman emas untuk dibagi-bagi).
Pada prinsipnya infus itu bagaimana caranya kita mampu mempertahankan sebuah aliran benda cair yang setabil kedalam tubuh. Ketika infus telah tertancap pada tubuh seseorang maka dari infus yang digantung sampai orang yang di infus adalah satu tubuh, satu bagian yang utuh.

Kita tidak boleh melupakan Prinsip sifat-sifat air. Hayo ciapa yang masih ingat prinsip sifat-sifat air????(kelas 5 SD lho).

Yuhu,,,……benar sekali, salah satu sifat air adalah “Air mengalir pada tempat yang tinggi menuju tempat yang lebih rendah”. Intinya kalau kita berpegang teguh dengan prinsip satu ini pastilah dijamin infus tidak akan pernah macet.
Nah, masalahnya,…. kenapa macet???
Banyak faktor “kemungkinan teman, yang menyertainya” antara lain:

  • Dibutuhkan perbedaan tekanan untuk membuat infus tetap mengalir.Ingat kan prinsip sifat air bahwa “Air mengalir pada tempat yang tinggi menuju tempat yang lebih rendah”???.Jelas banget kalau ada masalah yang muncul karena sebab ini yang harus kita obserfasi adalah:
  1. Posisi tangan atau aliran terbawah memang harus jauh lebih rendah dari tempat flabot infus yang digantung. So jangan lupa jaga bagian terbawah koneksi infus menjadi bagian yang paling rendah ya. Kok masih macet???
  2. Observasi standart infus. Kurang tinggi mungkin, so jangn lupa agak tinggikan lagi.Kok masih macet???
  3. Darah ikut naik enggak??? Tak jarang lho infus macet diikuti dengan naiknya darah pasien ke selang. Iya kan??? Nah itu udah jelas-jelas kalau ada perbedaan tekanan yang udah enggak setabil. Berati tekanan dari dalam tubuh pasien jauh lebih tinggi daripada tekanan aliran yanga timbul dari jalur insfus set. Kalau udah begini coba deh sekali lagitinggikan standart kembali, atur posisi tangan agak lebih rendah lagi. Apa lagi dengan pasien yang memakai infus paralel. Perlu banget itu kesamaan antara tinggi tekanan cairan infus satu dengan yang lain.
  4. Nah kalau darah tidak ikut naik? Kok masih macet???.Ingat-ingat lagi ya prinsip tekanan. Kenapa cairan infus sampai tidak mau turun??? Pastilah tekanan tubuh lebih tinggi?? Lalu apa yang haris di observasi???? Coba deh liat, pasiennya oedim (bengkak) enggak???ada enggak penumpukan cairan pada tubuh pasien???Kenapa oedim disa bikin infus macet??? Tepat sekali !!!!!!“penumpukan cairan tubuh yang berada pada sekitar arah aliran infus jelas memberikan tekanan lebih pada tubuh, tekanan cairan tubuh meningkat. Mana bisa cairan infus mengalir??? Sementara tekanannya kalah”Lalu apa yang harus kita lakukan??? Tidak ada!!!Soalnya pada kondisi pasien kelebihan cairan tentulah medis akan memberikan obat deuretik buat mengatur keseimbangan cairan. Setelah cairan setabil infus harus diatur dengan tetesan yang ringan pastinya. Soalnya pada kasus seperti ini di infus ulang pun susah dan mungkin infus tetap tidak menetes. Bukan karena kita gagal menginfus. Sebenarnya infus telah sukses. Hanya saja tekanan infus ke vena kalah besarnya.
  5. Aduh pusing!!! Kenapa masih macet???Coba deh kita intip, hayo…… apa ya infus yang di pasang??? Ingat jenis-jenis cairan kan??? Jenis cairan infus itu beragam. Antara jumlah(per cc) ataupun tingkat kepekatanya. Semakin kecil cc cairan yang digantung jelas mengurangi massa tekanan. Lalu??? Semakin pekat cairan akan lebih sulit untuk turun misalnya pemasangan tranfusi darah atau albumin. Apa yang harus kita lalukan??? Jangan lupa atur tetesan lebih cepat sedikit daripada cairan biasanya (seperti RL atau NaCl).Kok masih macet???

  • Kita beralih, mari kita observasi lagi. Kalau masalah perbedaan tekanan aman kok masih macet,apa yang kita lakukan???? Ingat juga ya, alilaran terjadi bila tidak ada sumbatan. Jangan lupa kita perhatikan ini.
  1. Perhatikan antara dari ujung flabot sampai lengan tertancapnya infus, pastikan tidak ada sumbatan. Yakin???? Kok masih macet?
  2. Pernah terfikir enggak????  Sebelum infus set di tancapkan pada flabot, di infus set itu ada 2 lubang lho??? Iya kan???? Hem,,…ini dulu yg diperhatikan, tu lubang bener-bener lancar apa buntu??? Soalnya saat kita tancepin ke flabot tidak menutup kemungkinan dia rusak, patah, nyelip,nyempil, bahkan jenis flabot plastik, kadang tersumbat ama plastiknya. Enggak kepikir kan sampak kesitu????(saya saja tahu juga dari senior saya,hehehehehe…..)
  3. Udah yakin aman, kok masih macet??? Tinjau ulang yuk, kira-kira apa lagi ya???Tidak ada salahnya kita liat posisi aboket pasien,bisa saja aboket kelipat (nekuk), mentok pada percabangan vena. Kita bisa menarik posisi aboket sedikit atau membenahi posisi lengan agar aboket tidak kelipat. Kok masih macet?????
  4. Wah masih macet juga ya???, oke…. kita liat lagi yuk, adakah bekas darah yang mengalir di selang infus???? Jika ada pasti lah ada sumbatan pada selang. Jika parah ganti aja selangnya. Kalo bisa dikeluarin gumpalan darahnya, dikeluarin aja. Ingat teman, sekedar memanusiawikan manusia, kalo tidak kepepet jangan di sepool ya, pasti itu sakit dan memdorong emboli masuk ke vena (sampai sekarang prinsip ini saya ingat-ingat sekali, pengalaman dari salah satu CI ruangan pembimbing saya dulu.). nah kalau sudah pasti selang bersih, tak ada sumbatan, tapi kenapa masih macet????
  5. Lihat aboketnya yuk,…. mungkin sumbatan ada dalam aboket, bagaimana kita bisa lihat???? Injeksikan saja cairan (misal pakai aQuasteril) bila aliran mengalir ke atas, pastilah aboket dan daerah bawah yang tersumbat, kalau udah begini, bersihkan saja aboketnya. Kalau parah, terpaksa ganti aboket kawan. Kok masih macet????
  6. Lihat kebawah lagi yuk, lihat lengan pasien, mungkin sumbatan ada pada lengan pasien (pada venanya). Urut lengan pasien perlahan, senyaman mungkin. Observasi tinggat respon pasien terhadap kesakitan. Diharapkan setelah di urut sumbatan bisa terpecah menjadi molekul yang bisa ikut mengalir. Kok masih macet??? Pastikan bengkak atau tidak. kalau jelas bengkak berarti cairan infus tidak masuk vena. Segera hentikan infus agar tidak memperparah keadan pasien. Kok masih macet???
  7. Apa yang harus dievaluasi lagi?????? Hayo……, terfikir enggak tentang kuat tidaknya fiksasi atau penguncian infus, mungkin plester atau fiksasi lainya terlalu kuat sehingga menekan aliran infus, kalau sudah begini, ya kita tinggal longgarin aja fiksasinya.

  •  Mensiasati infus macet yang lainya adalah:
  1. Segera ganti dengan cairan salin normal seperti Nacl sebelum dan setelah tranfusi darah atau komponen darah yang lainya.
  2. Oplos obat-obatan injeksi tingkat kepekatan tinggi dengn cairan salin normal atau aquasterill.
  3. Percepatlah aliran infus sesaat setelah melakukan injeksi intra vena untuk mengurangi endapan-endapan obat-obat tersebut (karena beberapa obat tertentu bersifat mengendap, atau mengkristal seperti jenis anti biotik dan obat-obatan syaraf seperti piracetam).setelah itu atur kembali kesetabilan tetesan infus.
  4. Jika infus macet, klem/ kunci aliran infus, putar-putar atau pilin-pilin selang infus, pencet karetan penyambung infus, urut lengan pasien dengan lembut,bila terpasang kolf darah tranfusi, jangan lupa goyang-goyangkan kolf(kali-kali aja mengendap), lalu pencet pangkal kolf darah pastikan tidak ada sumbatan disitu, setelah itu puka kunci infus lakukan los klem. Tujuanya agar tekakan aliran yang dihasilkan lebih tinggi. Engan harapan bila ada sumbatan atau lekukan dapat teratasi dengan renjatan aliran tinggi tersebut.

Nah, kira-kira itu pengalaman yang saya peroleh sejauh ini, saya merasa beruntung bisa mendapatkan banyak pengalaman dari tempat kerja saya sekarang. Terlebih saya berada di bangsal penyakit dalam yang disana saya banyak menjumpai berbagai macam jenis infusan lengkap dengan berbagai fariasinya. Termasuk disana pula saya mendapatkan banyak info pengalaman dari senior-senior saya yang baik –baik dan selalu sabar serta tak segan membagi pengalaman serta ilmunya pada saya.

Seperti ilmu dan pengalaman mereka yang dibagikan kepada saya, semoga dengan tulisan ala kadarnya ini saya bisa meneruskan pengalaman mereka untuk dibagikan.
Semoga bermanfaat…………….(drpl.doc)
Jendela Inspirasi kita,
Language Tio_Hugest,cM)
(^_^).o.O

14 responses »

    • hey Indhie🙂
      sperti yg sy jelaskn sblmnya. artikel ini saya tulis murni berdasarkan pengalaman saya saat terjun langsung di lapangan. alhamdullilah, dengan trik2 seperti itu bisa mengatasi tingkat kemacetan ayo infus yg rewel. jangan sampek kerjaan kita yg emrgncy laennya jadi terbngkalai hnya gara2 infus. yg penting tetep memegang teguh, keselamatan pasien, kenyamanan dan tdk menyakitkan. slm semangat…..

    • kalo saya sering mengupayakan untuk membersihkan sumbatanya. entah yg di selang, di abocet dn sekitarnya. dengan catatan meminimalkan efek rasa sakit dan membahayakan keselamatan pasien. kalau sumbatan terjadi sudah lebih masuk ke dalam vena. sepertinya sudah tidak bisa d keluarkan kecuali mengganti tusukan infus di tempat baru. saya menghindari spooling, selian sangat sakit spul hanya makin mendirong sumbatan saja.🙂

    • Menurut saya ya hrus di ganti tusukan infus saja lebih aman. Soalnya kalau dibersihkan tidak bisa lebih baik buat tusukan baru. Mengingat sekecil apapun sumbatan kalau sampai gumpalan darahnya msuk semakin dalam kan ya bahaya. Iya kalau di dalm pembuluh darah tar malah menyumbat dan menimbulkan efek di lain hari??? Kan kasihan pasien juga. Terlebih kalau di spool pun bakalan terasa sakit tuh pasien .
      Bagaimanapun juga keselamatan pasien baik jangka pendek atau panjang hal utama. 🙂

    • Yuhu…. tepat sekali. Tapi kau ada indikasi atau sakit atau tidak nyaman bisa bilang aja sama perawatnya.

      Setidaknya dg tau apa aja yg bs d lakukan kalau infus macet. Seandainya ada perawat yg benerin infus kita bisa ikut memantau sekiranya yg dilakukan itu sudah benar. Kalau semua dilakukan tapi masih macet. Lebih baik minta di infus ulang saja. Biarpun agak sakit lagi di tusuk jarum. Soalnya gangguan infus macet lbh beresiko infeksi. Peradangan. Ruam dan bisa bikin demam…
      Yuk… kita sama2 belajar.

  1. Selamat siang buk.
    Begini bu Kakek saya terserang diabetes, Dan Semarang sdg menjalani perawatan jalan, Dan infusnya seeing macet jika tangannya bergerak sedikit.
    Dugaan says sih pada pembuluh darah yang sempit (kakek merupakan pecandu kopi).
    Adakah tips2 yg bisa Ibu berikan??.
    Sekian Dan terima kasih.

    • kemungkinan itu masalah posisi, atau pemilihan tempat penusukan. lebih baik pilih tempat tusukan yang nyaman aman dan tepat buat pasien. biasanya dalam kasus seperti itu tetap solusinya harus di ganti tusukan di pindah di tempat lain yang lebih memungkinkan. biasanya tempat tusukan seperti ini ada di dekat pergelangan tangan atau dekat dengan punggung telapak tangan. selain pembuluh darahnya kecil juga rawan buat banyak gerakan.. kalau pembuluh sempit atau biasanya teraba ada benjolan. seharusnya dihindari tempat penusukan seperti itu.

      semoga jawaban saya dapat sedikit membantu sembari kita sama sama saling belajar lagi.

Jangan Lupa Tinggalkan Balasan Anda Ya...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s